Kamis, 14 Januari 2016

Cara Menghitung Tonase Besi Beton


SURABAYA. Dalam pelaksanaan kerja suatu gedung atau bangunan, tidaklah pernah terlepas dari elemen besi beton sebagai salah satu bahan material struktur. Istilah yang sering umum kita dengar yaitu "beton bertulang", tulang inilah yang disebut dengan besi beton. Fungsi dari Besi beton sendiri pada beton bertulang yaitu sebagai penahan gaya tarik yang bekerja pada suatu struktur konstruksi.
Dalam pedoman pelaksanaan di lapangan, tentunya kita harus melaksanakan secara efektif dan efisien, sehingga dalam proses mobilisasi besi dari gudang atau dari toko bangunan, kita tidak boros ataupun kurang dalam menyediakan besi beton untuk kebutuhan lapangan.
Untuk mengetahui kebutuhan tersebut, kita harus mengetahui cara menghitung kebutuhan tersebut. Satuan dari besi beton yaitu kg ataupun dapat dikonversi ke satuan ton. Sedangkan jika kita membeli dari dari toko bangunan atau mendatangkan dari gudang, satuan yang kerap digunakan adalah lonjor. setiap jenis diameter beton tentunya memiliki berat yang berbeda. 
Berikut saya sajikan tabel untuk menghitung tonase besi beton sehingga kita bisa lebih efektif dan efisien dalam proses penghitungan.

Untuk menghitung 1 lonjor besi diameter 13 mm adalah sebagai berikut :
panjang besi 1 lonjor : 12 m
diameter 13 mm
rumus yang dipakai adalah : 0.00616785714286 x 13 x 13 x 12 = 12.508 kg

pada poin b rumus 0.25 x (22/7) x 1/1000 x (7850/1000) didapat dari luas lingkaran yaitu 0.25 x phi (22/7) x diameter^2 x 1 meter panjang besi x berat jenis besi 

berat jenis besi adalah 7850 kg/m3

dari contoh penjelasan diatas kita dapat menghitung berapa lonjor yang harus kita datangkan ke lapangan atau yang kita harus angkut dari gudang menyesuaikan dengan kemampuan kendaraan yang kita gunakan untuk mobilisasi material besi beton tersebut. 

Pembaca yang budiman, mohon untuk meninggalkan jejak komentar yang tentunya akan bermanfaat bagi perbaikan artikel ini. File tabel diatas saya bersedia emailkan jika ada yang menginginkannya. Salam.