Senin, 23 April 2012

Membuat Rencana Anggaran Biaya Rumah Bagi Orang Awam - Cara Menghitung Volume (2)

SURABAYA. Melanjutkan dari Artikel Sebelumnya  tentang Cara Menghitung Volume bagian Pertama. Saya akan membuat contoh cara penghitungan volume bangunan secara terapan, merujuk pada rumus bangun datar dan bangun ruang di artikel sebelumnya.
Ketika kita membangun rumah secara profesional, tentunya jika membayar pemborong untuk membangun rumah sekaligus penghitungan Rencana Anggaran Biaya, tentunya pemborong akan memberikan penawaran harga bangun berupa RAB, di dalam komponen RAB terdapat komponen lingkup pekerjaan, Volume pekerjaan, satuan (ukuran item pekerjaan), Harga satuan, & Jumlah Harga. Berikut saya tampilkan Contoh RAB mengenai pekerjaan pembangunan rumah atau kantor.

Dari contoh RAB ini, saya akan mencoba memberikan contoh perhitungan volume. Contoh yang kita ambil yaitu penghitungan luas dinding bata dan penghitungan luas atap genteng. 

Contoh Penghitungan Luas Dinding Bata
  1. Untuk Dinding Bata luas dihitung dengan satuan m2, luas yang dihitung menggunakan rumus bangun datar persegi ataupun persegi panjang, luas persegi adalah panjang (p) dikalikan lebar (l) tergantung dari luas yang akan dibangun. kita coba lihat foto dibawah ini. Rumah atau Kantor tersebut telah berdiri dinding batanya. Dapat kita lihat seperti di foto, bahwa setiap bidang bata ada yang penuh dipasang bata, ada yang tidak penuh terpasang bata, dalam arti ada pengurang lubang baik itu untuk jendela maupun lubang ventilasi.
  2. Pertama-tama kita lihat sebagian luasan dinding bata (nomer 1 warna merah) .lihat tanda kotak/persegi warna merah dan kita ambil contoh panjang p adalah 3 meter dan l adalah 3 meter. Maka luas dinding bata sebelum dikurangi lubang adalah 3 m x 3 m = 9 m2.
  3.  Selanjutnya kita lihat kotak / persegi panjang warna biru garis putus-putus (nomer 2 warna biru) sebagai luas pengurang untuk jendela dan kita ambil contoh panjang p adalah 2.75 m dan l adalah 1 meter. Maka luas pengurang jendela adalah 2.75 m x 1 m = 2.75 m2.
  4. Selanjutnya kita lihat kotak / persegi panjang warna kuning garis putus-putus (nomer 3 warna kuning) sebagai luas pengurang untuk ring balk. ----- fyi ring balk yaitu balok struktur penghubung antar kolom/pilar sebagai salah satu komponen rangka dari dinding bata----- dan kita ambil contoh panjang p adalah 3 meter dan l adalah 0.15 meter. Maka luas pengurang ring balk adalah 3 m x 0.15 m = 0.45 m2.
  5. Selanjutnya kita lihat kotak pada panah warna ungu. itu adalah lubang ventilasi. jumlah lubang ventilasi pada bidang kotak/persegi warna merah adalah 5 buah. ---- maaf foto kurang jelas ---- dan kita ambil contoh panjang p dan l adalah sama 0.25 m. Maka luas pengurang ventilasi adalah 0.25 m x 0.25 m x 5 buah = 0.312 m2.
  6. Kemudian dari masing-masing nilai volume luas dari nomer 2, 3, 4, dan 5 dapat kita hitung luas dinding bata pada bidang kotak/persegi merah. Dapat kita hitung 9 m2 - 2.75 m2 - 0.45 m2 - 0.312 m2, maka luasan bersih dinding bata 5.488 m2 
  7. Selesai
Contoh Penghitungan Luas Atap Genteng
  1. Untuk Atap Genteng luas dihitung dengan satuan m2. penghitungannya hampir sama dengan luasan dinding bata. seperti terlihat pada trapesium warna biru. kita menghitung sebagian sisi dari keseluruhan volume bidang atap genteng.
  2. Untuk Atap genteng kita tidak menghitung pengurang karena tidak ada nya lubang yang diisi oleh material lain --- fyi, luasan atap genteng akan dikurangi jika terdapat lubang pengurang seperti atap yang pada salah satu bagiannya terpasang solar cell dari pemanas ----
  3. Kita cukup menghitung luasan trapesium saja.Rumus trapesium adalah 1/2 x (p1 + p2) x l
  4. maka jika panjang  p1 = 7 meter, p2 = 11 meter dan l adalah 2.5 meter. maka luasan atap genteng adalah 1/2 x (7 m + 11 m) x 2.5 m = 22.5 m2. lebih mudah bukan --- fyi panjang l yaitu panjang dari lingkaran hijau ke lingkaran merah (bidang miring) ----
  5. Selesai
Demikian contoh cara mudah dalam penghitungan volume luasan dinding bata dan atap genting. pada artikel selanjutnya akan saya bahas kembali hal-hal mengenai RAB yang lain.

Pembaca yang budiman, mohon untuk meninggalkan jejak komentar yang tentunya akan bermanfaat bagi perbaikan artikel ini. Salam.